FAKTALINTASNUSA, MASOHI, 18/08/21 – Jajaran Polisi Wanita (Polwan) Polres Maluku Tengah  yang dipimpin langsung Kapolres Maluku Tengah AKBP Rosita Umasugi, membagikan masker dan Bantuan Sosial  kepada Masyarakat  di Jalan Abdullah Soulissa , Kota Masohi, Rabu, 18 Agustus 2021.

Pembagian bantuan sosial dan masker tersebut   Bekerja sama denga Fatayat Nahdhatul Ulama (NU), yang digelar dalam rangka menyambut hari ulang tahun Polwan ke-73 pada 1 September dan HKGB ke 69 serta dalam penegakan disiplin dalam bermasker di tengah pandemi COVID-19.

“Indahnya berbagi 18 Agustus 2021″.

pemberian Bansos dan pembagian masker  dalam Rangka HUT Polwan 73 dan HKGB ke 69 bersama Fatayat NU Kabupaten Malteng Kepada masyarakat yang terdampak covid 19”  status FB, Rosita Umasugi, (18 08/21), yang juga Kapolres Maluku Tengah.

“ Terima kasih Ibu Kapolres, sudah memberikan bantuan kepada kami, Hanya Allah yang dapat membalas kebaikan Ibu Kapolres, ucap ibu Ani Penerima bantuan disela-sela kegiatan itu”.

Hari ini, di Kota Masohi , Kapolres Wanita pertama di Maluku ini mengulang kembali sejarah perjuangan wanita di masa penjajahan Belanda, pada saat itu perjuangan merenut kemerdekaan itulah, wanita sangat dibutuhkan bersama-sama berjuang untuk kemerdekaan Bangsa Indonesia.

Pada masa penjajahan Belanda, Akibat serangan besar-besaran Belanda, arus pengungsian terjadi dimana-mana pria, wanita dan anak-anak meninggalkan rumah mereka untuk menjauhi titik-titik peperangan, pengungsian besar-besaran itu berpotensi menimbulkan masalah jika ada penyusup atau kriminal di antara pengungsi yang masuk ke wilayah-wilayah yang dikuasai Republik.

Bila ada kejahatan yang dilakukan oleh anak-anak atau wanita para pengungsi perempuan menolak digeledah oleh Polisi pria. Maka para pejabat kepolisian seringkali meminta bantuan kepada istri-istrinya untuk melakukan pemeriksaan dan penggeledahan.

Menyadari akan kebutuhan petugas wanita untuk menjalankan tugas-tugas kepolisian yang tidak dapat dilakukan oleh Polisi pria, maka pimpinan Polri pada saat itu memutuskan untuk menjadi polisi wanita.

Pada akhirnya pada tanggal 1 September 1948 dimulai pendidikan kader kepolisian untuk tingkat Perwira Angkatan 3 di Bukittinggi dengan 50 (lima puluh orang siswa), 6 (enam) orang di antaranya adalah calon polisi wanita yang kemudian dikenal dengan polwan pertama di Indonesia atau perintis polisi wanita. Keenam Perintis polisi wanita tersebut adalah:

  1. Nelly Pauna Situmorang
  2. Djasmainar Husein
  3. Rosmalina Pramono
  4. Maria Mufti
  5. Rosnalina Taher
  6. Dahniar Sukotjo

Sehingga tanggal 1 September 1948 ditetapkan sebagai hari ulang tahun polwan dan diperingati setiap tahunnya dengan upacara yang diselenggarakan oleh personil polisi wanita di seluruh Indonesia.

Majulah polisi wanita Republik Indonesia di usiamu yang ke-73 setelah bersinar dan mengabdi kepada Ibu Pertiwi. ( FLN001)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

putih

Baca Juga