FLN. MASOHI, 6/8/21.
Insentif tenaga kesehatan Rumah Sakit Umum (RSU) Masohi sampai dengan Agustus belum juga di bayar oleh Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah.

Situasi pandemi Covid-19 membutuhkan kemitraan berbagai pihak dan kesiapan sumber daya manusia pendukungnya.

Tenaga kesehatan sangat perlu dilibatkan secara optimal dalam banyak aspek promotif dan preventif kesehatan masyarakat.

Para tenaga kesehatan masyarakat bisa berinovasi dan menciptakan strategi percepatan penanganan Covid-19 , dengan fokus utama edukasi dan berdayakan masyarakat serta perkuat pelayanan kesehatan.

Kerja keras para nakes dengan resiko yang besar ditengah pandemi Covid -19 ini perlu dukungan Pemerintah.
Dari bulan Januari sampai dengan Agustus 2021 para tenaga kerja kesehatan belum mendapatkan Insentif dari Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah.

Konfirmasi media melalui Telfon Seluler dengan Kepala Rumah Sakit Umum (RSU) Masohi Dr. Ramli siang tadi ( 5/8) terkait dengan Insentif Nakes RSU Masohi membenarkan bahwa Insentif Garda terdepan Covid -19 ini belum di bayar dari Januari sampai dengan Agustus 2021.

“Benar ,, belum di bayar, dari bulan januari sampai dengan sekarang”.

Kepala RSU mengakui insentif yang sudah disiapkan untuk dibayarkan kepada Nakes dari bulan Januari sampai Juni.

“Dari Januari sampai sekarang ini memang Insya Allah mau di bayarkan bulan Juli cuman agustusnya belum kebayar”.

Berdasarkan Surat Menteri Keuangan Nomor 113 tahun 2021, besaran insentif yang diberikan untuk tenaga kesehatan, yaitu:

* Dokter spesialis Rp 15 juta
* Peserta PPDS Rp 12,5 juta
* Dokter dan dokter gigi Rp 10 juta
* Perawat dan bidan Rp 7,5 juta
* Tenaga kesehatan lainnya Rp 5 juta

Media menghubungi Kepala Dinas Kesehatan dr. Jeny untuk besaran Honor nakes dan jumlah nakes penerima Insentif di Maluku Tengah belum bisa tersambung. ( FLN001)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

putih

Baca Juga