AMBON, FAKTALINTASNUSA, 25 Juli 2021 COVID-19 merupakan satu kejadian yang tidak bisa dianggap remeh yang harus disikapi juga secara serius, salah satunya dengan kolaborasi.
Bangsa kita ini sejak berdiri sudah ada semangat kolaborasi dan gotong royong.
“Dulu perjuangan bangsa ini menggunakan bambu runcing, saat ini bambu runcing itu berupa gadget untuk melakukan perjuangan bersama untuk membangun Indonesia menjadi lebih baik dan melawan musuh bersama yaitu pandemi COVID-19 dan mengatasi hoaks atau disinformasi,” ujar Tenaga Ahli Menkominfo Donny BU saat peluncuran kompetisi Tiktok.
sumber (kPCPEN/RDKS/YOY)

Dia menambahkan, hoaks jangan dianggap remeh karena bisa menggagalkan program penanganan COVID-19, menggagalkan vaksinasi, menggagalkan protokol kesehatan, dan ekonomi tidak pulih. Dia bersyukur dengan kolaborasi ini mendapatkan dukungan penuh dari Dirjen Dikti Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Prof Nizam, Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UI Prof. Fatma Lestari untuk membantu melakukan komunikasi digital memberi edukasi kepada masyarakat.

Menurut Donny, saat ini Indonesia memiliki 202 juta pengguna internet di Indonesia atau sekitar 70 persen warga negara Indonesia. Itu sama dengan target herd immunity yang ingin dicapai dalam vaksinasi masyarakat Indonesia. Jika jumlah tersebut diperjuangkan agar taat prokes, mau divaksin ketika vaksin siap, dan melawan hoaks.
“Salah satunya dengan kampanye menarik menggunakan tiktok atau media sosial lagi, mudah mudahan Indonesia bisa bangkit dan pulih,” ujarnya. (Sumber; kPCPEN )

Mari kita edukasi Generasi Muda untuk melakukan berbagai Cara dalam mengatasi Pandemi Covid 19 ini.(Fln04)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

putih

Baca Juga