FAKTALINTASNUSA, Masohi, 20/08/21 – Kapolres Maluku Tengah AKBP Rosita Umasugi, kepada wartawan dalam Press conferenc, Kamis, malam 19 Agustus 2021, pukul 19.00 WIT, di Polres Malteng menjelaskan peristiwa  Pembunuhan yang dilakukan Oleh pelaku  Erwin Soalio.

“Keluarga korban sudah membuat laporan polisi dengan nomor laporan polisi 85 tanggal 18 Agustus 2021. Dan sudah kita tetapkan pelaku sebagai tersangka, ancaman hukuman terberat terhadap tersangka yaitu hukuman 20 tahun sampai dengan hukuman seumur hidup,” tegasnya.

Barang bukti yang di amankan, 2 buah batu bata, celana, tali, kasur yang ada bercak darah.

Pasal yang dikenakan kepada pelaku kata Umasugi, adalah pasal pembunuhan berencana subsider pasal pembunuhan dan lebih subsiderny penganiayaan yang mengakibatkan matinya orang dan lebih subsidernya lagi yaitu barang siapa yang menyembunyikan janazah dengan maksud menyembunyikan kematian sebagaimana dimaksud dalam rumusan pasal 340 KUHP subsider pasal 338, subsidernya pasal 351 ayat (3) dan lebih subsidernya lagi pasal 181 KUHP.

Kronologis pembunuhan yang di lakukan Erwin Soalio yang juga teman dekat korban, hanya masalah sepele, yakni melarang Niken Astrid Ilelapatoa (27), mandi malam.

“Dari pengakuan pelaku, korban meninggal sejak tanggal 13 Agustus 2021, namun dibiarkan dalam kamar selama 5 hari. Pada tanggal 17 Agustus pada pukul 03.30, karena sudah mulai membusuk, pelaku membawa jenaza korban dengan becak ke tepi pantai air salobar, stelah itu mengambil perahu yang ada di pantai dan mengambil 2 batu bata kemudian membawa korban ke bagang. Sampai di bagang korban dikat di jangkar dengan tali yang ada di perahu kemudian pada kaki kanan korban di ikat dengan 2 batu bata kemudian pelaku meninggalkan korban,” ujar Kapolres Malteng AKBP Rosita Umasugi.

“Pada tanggal 13 Agustus, malam harinya pukul 20.00 saat pelaku pulang, pelaku menemukan korban sudah dalam keadaan meninggal dunia dalam kosnya. Pelaku tidak berbuat apa-apa dan membiarkan jenaza selama 5 hari dalam kamar sampai tanggal 17 Agustus pukul 03.30. Setelah tubuh korban mulai membusuk, pelaku mengangkat jenaza tubuh korban kedalam besac. Kemudian dibawa ke tepi pantai air salobar Lesane, kemudian mengambil perahu dan 2 bungka Batu Bata setelah itu menarik perahu ke lokasi bagang. Pelaku menenggelamkan korban dengan mengikat korban dengan jangkar bagang, mengingat kaki 2 batu bata pada kaki kakan dan leher korban, stelah itu mengambil tali yang ada di perahu untuk mengikat korbang pada janggar bagang kemudian pelaku meninggalkan korban,” urainya.

Dari kronologis ini, reskrim Polres Maluku Tengah dengan cepat memeriksa  saksi untuk memperjelas motif pembunuhan ini.

“ Sudah 12 Orang saksi yang diperiksa setelah penemuan mayat dan identitas korban ditemukan dan pelaku ditangkap. Namun tidak ada saksi yang melihat atau mendengar pelaku membunuh korban, dari hasil pengembangan pelaku mengakui seluruh perbuatannya,” tegas Kapolres Maluku Tengah.

“Jadi pelakunya tunggal, motifnya menurut pelaku karena emosi terhadap korban. Dimana setiap dilarang tidak boleh mandi malam tapi tidak diikuti sehingga korban dipukul dan akhirnya meninggal,” terangnya. (FLN001)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

putih

Baca Juga