FAKTALINTASNUSA, MASOHI 19/09/2021 – Dimulai saat pergerakan nasional, proklamasi kemerderkaan, revolusi Indonesia, bahkan hingga saat ini anak muda mempunyai andil besar dalam peradaban bangsa. Seperti yang diketahui bahwa saat ini Indonesia tengah mengalami fase bonus demografi yang berjalan mulai tahun 2020 hingga 2035. Bonus demografi merupakan keadaan jumlah penduduk produktif lebih banyak jumlahnya dibandingkan dengan yang non-produktif. Menurut Badan Pusat Statistik tercatat pada 2019 ada 64,19 juta jiwa pemuda yang artinya mengisi hampir seperempat jumlah penduduk Indonesia.

Dengan banyaknya jumlah anak muda di Indonesia menjadi keunggulan tersendiri dalam menangani pandemi Covid-19. Terlebih lagi mereka identik dengan pribadi yang memiliki semangat, tenaga, kreativitas, serta daya juang yang hebat, Maka Kita punya tanggung jawab untuk membantu mereka (Tenaga kesehatan)

Penyebaran virus SARS-CoV-2 sebagai penyebab pandemi Covid-19 menjadi kegelisahan dan kekhawatiran banyak kalangan, termasuk Indonesia.

Meski pemerintah sudah mengambil berbagai langkah strategis, tapi peran kaum muda untuk aktif memastikan advokasi kesehatan masyarakat disebut penting.

Kaum muda menjadi kelompok masyarakat sipil yang memiliki jangkauan luas dan sumber daya potensial untuk mendorong kebijakan yang efektif dalam memastikan pencegahan dan pengendalian Covid-19 di berbagai daerah di Indonesia.

Banyak hal yang bisa dilakukan, antara lain, ikut dalam pengadaan atau distribusi Alat Pelindung Diri (APD) dengan ikut aktif dalam berbagai gerakan di masyarakat, membantu dalam pemenuhan nutrisi tenaga kesehatan melalui berbagai macam gerakan yang ada, dan yang terpenting adalah melawan stigmatisasi terhadap tenaga kesehatan.

Saat ada tenaga kesehatan yang sakit, maka kapasitas penanganan menurun. Ketika tenaga kesehatan gugur dalam bertugas, maka kapasitas penanganan jauh lebih menurun. Pungkas Wakil Rakyat Milenial Jen Marasabessy

Ketika terjadi stigmatisasi, maka bisa jadi dapat menyebabkan ada keengganan bagi mereka untuk tidak mengabdi dalam penanggulangan Covid-19 sehingga berpengaruh terhadap kualitas penanganan.

Dalam tatanan masyarakat, ada beberapa hal yang dapat dilakukan anak muda, yaitu memberikan edukasi Covid-19 yang benar, ikut andil dalam penyaluran donasi bantuan yang tepat sasaran, membantu melindungi kelompok risiko tinggi, serta memberantas stigma keliru yang berkembang di masyarakat seperti stigma terhadap orang dalam pemantauan hingga orang yang dinyatakan positif Covid-19.

Anak muda harus menekan mobilitas tinggi, mengurungkan niat untuk mudik ke kampung halaman, serta menyikapi informasi dengan bijak dan menjadi agen informasi terpercaya bagi keluarga dan kerabat.

Jangan sampai kita (Anak muda,) salah arah. Jangan malah kita yang menyebarkan virus. Di samping itu grup Whatsapp keluarga yang merupakan sarangnya informasi sesat, ya kita bisa bantu untuk memberi pencerahan. (FLN03)

M Jen Marasabessy

(Wakil Ketua Komisi IV DPRD Maluku Tengah)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

putih

Baca Juga