Perkembangan teknologi yang terjadi membuat terciptanya perusahaan baru, salah satu yang menarik perhatian ialah streaming digital untuk film dan musik.

Melihat hal ini, Armand Hartono, Wakil Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menjelaskan bila perusahaan yang sudah berkembang seperti Netflix dan Spotify tak semata-mata mampu mencapai kesuksesan tanpa melihat peluang yang ada saat itu.

“Ke depannya pasti bisa (berkembang terus), karena mereka penggunaannya berkembang terus. Sekarang mereka sudah profitable dan bisnis modelnya berkembang terus,” katanya di Marketeers Hangout 2021, Kamis (25/2/2021).

 

Armand juga mencotohkan bagaimana perjuangan Netflix untuk bisa mencapai kesuksesan. Sempat ditolak perusahaan besar, kerja keras dan peluang bisnis yang diambil membuat Netlix menjadi pilihan masyarakat saat ini.

“Saya ambil contoh Netflix. Awalnya cuma sederhana kok, mereka berpikir kalau mau pinjam video harus menyetir jauh. Kenapa videonya enggak dikirim saja, tapi ternyata ada masalah saat dikirim. Akhirnya mereka ide gunakan internet, tapi saat itu masih mahal dan lambat, matematikanya merugikan,” ujarnya.

Tak hanya memberikan kemudahaan menonton film melalui teknologi yang ada saat ini, Netflix juga menjadi production house yang aktif melakukan produksi.

“Jadi jawaban saya seperti ini, saya enggak bisa jamin sebuah bisnis bisa tetap bertahan atau enggak entah itu Netflix atau Sportify. Tapi semuanya yang berani berusaha pada sesuatu yang baru dan customer fokus, seharusnya bisa terus bertahan. Tapi memang model bisnis berikutnya harus menarik dan sesuai dengan kebutuhan nasabah dan memang akan butuh teknologi,” tuturnya. 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

putih

Baca Juga