Kenya, dan Kemitraan Global untuk Pendidikan (GPE) akan menjadi tuan rumah bersama KTT Pendidikan Global 2021. Pendidikan perempuan menjadi fokus Inggris pada G7 2021.

Inggris berupaya agar 40 juta anak perempuan seluruh dunia dapat bersekolah sebelum tahun 2025. Mendidik perempuan juga penting agar dunia bisa kembali bangkit usai pandemi COVID-19 ketika sekolah dan universitas terdampak.

 

“Mendidik anak perempuan adalah hal paling sederhana dan paling transformatif yang dapat kita lakukan untuk mengangkat masyarakat keluar dari kemiskinan, mengakhiri kekerasan berbasis gender dan tumbuh kembali lebih baik seusai pandemi,” ujar Perdana Menteri Boris Johnson dalam keterangan resmi Kedutaan Besar Inggris, dikutip Jumat (22/1/2021).

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menunjuk anggota parlemen Helen Grant sebagai Utusan Khusus Inggris untuk Pendidikan Anak Perempuan. Pendidikan perempuan disebut berguna untuk mencegah pelecehan seksual, pelecehan dini, dan kerja paksa.

Hingga saat ini, Inggris telah menghabiskan dana hampir £1 miliar untuk program Pendidikan Anak Perempuan setiap tahunnya di 18 negara: Afghanistan, Bangladesh, Republik Demokratik Kongo, Ethiopia, Ghana, Yordania, Lebanon, Malawi, Myanmar, Nigeria, Pakistan, Rwanda, Sierra Leone, Sudan Selatan, Suriah, Tanzania, Uganda dan Zimbabwe.

Inggris bersama Kenya akan menjadi tuan rumah bersama dalam penyelenggaraan KTT Kemitraan Global untuk Pendidikan yang akan berlangsung di Inggris pada akhir 2021. Diharapkan agar pemerintah, sektor usaha, dan masyarakat sipil bisa kompak berinvestasi dan bertindak nyata agar anak-anak di seluruh dunia dapat bersekolah dan belajar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Food-haus-970x90-banner (2)

Baca Juga